Mahluk hidup diciptakan berpasang-pasangan, ada laki-laki ada perempuan, ada jantan ada betina, ada kulit ada isi dan sebagainya. Namun disini aku hanya ingin membahas tentang perempuan/wanita. Bukan mengucilkan kaum lelaki dengan segala keperkasaannya, dengan kepandaiannya. Aku hanya ingin mengatakan semuanya tentang makluk Tuhan yang bernama perempuan, mahluk unik yang cantik sekaligus kejam.

perempuan
Membahas masalah perempuan memang tiada habisnya, dari parasnya yang cantik, body yang aduhai, prilaku yang lembut nan mempesona, hingga kelakuan sang pengoda iman. Semuanya tetap menjadi issu yang hangat dan aktual. Ah perempuan!
Sebenarnya mahluk hawa ini adalah mahluk yang dimulyakan dalam islam. Ia memiliki kelebihan-kelebihan yang tidak dimiliki kaum lelaki, seperti mengandung dan melahirkan. Meski sekarang ini ada tehnologi mederen yang bisa membuat seorang pria menjadi hamil, tapi apakah lelaki itu bisa melahirkan. Tidak!
Jika Di masa Rasulullah, ada seorang ibu miskin membawa kedua putrinya ke hadapan Aisyah. Aisyah kemudian memberinya tiga kurma. Ibu miskin ini membagikan masing-masing satu kurma untuk anaknya dan sisanya untuk dirinya. Kedua anaknya makan dengan sangat lahap. Ketika sang ibu hendak memakan kurmanya, tiba-tiba kedua anaknya mencegahnya. Melihat kedua putrinya masih lapar, ibu miskin itu tidak memakan kurmanya dan malah membagi kurma menjadi dua bagian untuk masing-masing anaknya.
Aisyah mengadukan hal ini pada Rasulullah yang lalu bersabda, ”Barangsiapa yang ada padanya tiga orang anak perempuan dia bersabar dalam mengasuhnya, dalam susahnya dan dalam senangnya, dia akan dimasukkan Allah ke dalam surga, karena rahmat Allah terhadap anak-anak itu.”
Seorang laki-laki kemudian bertanya, ”Bagaimana kalau hanya dua, ya Rasulullah?” Beliau menjawab, ”Dan berdua pun begitu juga.” Datang pula seorang laki-laki bertanya, ”Bagaimana kalau hanya satu orang?” Beliau menjawab, ”Satu orang pun begitu juga!” (HR. Al-Hakim dari Abu Hurairah).
Jadi jangan pernah jadikan anak perempuan hanya sebagai pelengkap keluarga. Jadikan ia perempuan yang utuh yang nantinya akan membawa kebaikan-kebaikan baik dunia ataupun akhirat. Namun untuk menjadikan ia perempuan utuh haruslah ada pendidikan yang layak dan seimbang, penghidupan yang baik dan tak lupa teladan akhlak yang baik pula.
Ketika perempuan menjadi diri yang utuh, ia akan menjadi cahaya bagi kehidupan. Tidak hanya keluarga saja, tetapi negarapun akan mendapat terangnya. Yah… seperti pepatah yang sering kita dengar bahwa “Perempuan adalah tiang negara. Jika perempuannya baik, negara akan baik, namun sebaliknya, jika perempuannya buruk maka buruk pulalah suatu negara”.
So, mari jadikan perempuan-perempuan disekitar kita menjadi perempuan yang baik. Walau menjadi perempuan baik harus ada dukungan dari kaum adam, tapi jangan menunggu… mulai dari sekarang untuk menjadi perempuan yang utuh (Tidak setengah laki-laki) dalam berbagai hal. Karena perempuan punya ciri khas yang tak kalah hebat dengan kaum lelaki.